Pemilihan Dan Pemakaian Alat Pelindung Diri

penggunaan Alat Pelindung Diri merupakan urutan terakhir dalam pengendalian risiko (the last line of defense). Penggunaan APD bukan untuk mencegah kecelakaan tetapi untuk mengurangi dampak atau konsekuensi dari suatu kejadian.  Sehingga jangan pernah mendewa-dewakan APD.  Nah, dalam penggunaannya berikut ini beberapa informasi yang perlu anda ketahui tentang pemilihan, dan pemakaian APD yang ditulis oleh Buntara, 2015 dalam bukunya yang berjudul “Panduan Praktis Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk Industri”.

KETENTUAN PEMILIHAN APD

  • Dapat memberikan perlindungan yang cukup terhadap bahaya-bahaya yang dihadapi oleh pekerja
  • Harus seringan mungkin dan tidak menyebabkan rasa ketidaknyamanan yang berlebihan
  • Tidak mudah rusak
  • Suku cadangnya mudah diperoleh
  • Harus memenuhi ketentuan standar yang telah ada (sesuai pasal 2 Permenaker no. 08 tahun 2010)/ SNI
  • Dapat dipakai secara fleksibel
  • Tidak menimbulkan bahaya-bahaya tambahan bagi pemakainya
  • Tidak membatasi gerakan dan persepsi sensoris pemakainya

KETENTUAN PEMAKAIAN APD

  • Apakah ditempat kerja ditemukan bahaya yang mengharuskan pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri
  • Sejauh manakah tingkat bahaya tersebut?
  • Sejauh manakah Alat Pelindung Diri tersebut dibutuhkan oleh pekerja atau Alat Pelindung Diri apa yang harus dipakai?
  • Bagaimanakah seseorang dapat menjamin bahwa APD tidak hanya dipakai, tetapi digunakan secara tepat oleh pekerja?

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SAAT MENGGUNAKAN APD

  • Menyesuaikan Alat Pelindung Diri dengan ukuran tubuh
  • Memastikan Alat Pelindung Diri berfungsi dengan baik dan benar
  • Jika menggunakan 2 (dua) atau lebih APD secara bersamaan, pastikan bahwa tidak mengurangi keefektifan masing-masing APD
  • Segera melapor jika merasakan gejala rasa sakit atau tidak nyaman menggunakan APD
  • Melaporkan kepada pihak yang bertanggung jawab jika diperlukan perhatian khusus penggunaan APD.

Leave Reply