Dikira Pegal Biasa, Ternyata Penyakit Akibat Kerja! Kenali 5 Contohnya Sebelum Terlambat

Dikira Pegal Biasa, Ternyata Penyakit Akibat Kerja! Kenali 5 Contohnya Sebelum Terlambat

Pernahkah Anda merasa punggung sakit setiap pulang kantor? Atau tangan terasa kesemutan hebat saat bangun tidur? Banyak dari kita menganggap itu hanya faktor usia atau "kurang istirahat". Padahal, dalam dunia K3, itu bisa jadi adalah Penyakit Akibat Kerja (PAK).

Berbeda dengan kecelakaan kerja yang terjadi seketika, PAK muncul perlahan, menggerogoti kesehatan Anda selama bertahun-tahun akibat paparan bahaya di tempat kerja yang tidak dikendalikan.

Berikut adalah 5 contoh PAK yang paling sering menyerang pekerja Indonesia:

1. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) - "Si Penjerat Pergelangan"

Sering dialami pekerja kantor atau operator alat berat. Gejalanya berupa kesemutan dan mati rasa pada jari tangan akibat saraf yang terjepit karena gerakan berulang atau posisi tangan yang salah (ergonomi buruk).

2. Low Back Pain (LBP) - "Musuh Pekerja Lapangan"

Nyeri punggung bawah kronis ini sering menyerang pekerja konstruksi yang sering mengangkat beban berat dengan posisi tubuh yang salah. Jika dibiarkan, ini bisa menyebabkan cacat permanen.

3. Silikosis & Asbestosis - "Debu yang Mematikan"

Penyakit paru-paru ini disebabkan oleh hirupan debu silika atau asbes di lokasi proyek atau tambang. Paru-paru akan mengalami pengerasan (fibrosis) yang membuat penderitanya sesak napas berat.

4. Occupational Dermatitis - "Iritasi Kimia"

Sering terjadi di laboratorium atau pabrik kimia. Kulit menjadi merah, gatal, dan pecah-pecah akibat kontak langsung dengan bahan kimia korosif tanpa sarung tangan yang tepat.

5. Noise Induced Hearing Loss (NIHL) - "Tuli Akibat Bising"

Paparan suara mesin atau alat konstruksi di atas 85 desibel secara terus-menerus tanpa earplug akan merusak saraf pendengaran secara permanen. Ingat, tuli akibat bising tidak bisa disembuhkan!

Baca Juga: Bahaya Tak Kasat Mata: Mengapa K3 Laboratorium Sering Dianggap Remeh Padahal Mematikan?

Bagaimana Cara Mencegahnya?

PAK bisa dicegah dengan penerapan HIRADC yang ketat dan penggunaan APD yang sesuai standar. Perusahaan juga wajib melakukan Medical Check-Up (MCU) berkala bagi pekerjanya untuk mendeteksi gejala PAK sejak dini.

Jangan tunggu sampai tubuh Anda "protes". Pastikan Anda dan tim Anda memiliki kompetensi K3 yang diakui secara resmi oleh Kemnaker RI.

Lindungi Aset Berharga Anda: Kesehatan Pekerja!

Konsultasikan program kesehatan kerja dan sertifikasi K3 Anda bersama Mulia Astara Nusantara. Kami bantu Anda menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Jadwal Pelatihan & Konsultasi:

·         WhatsApp:

o    0811-362-644 (Bekti)Chat Sekarang

o    0811-389-579 (Burdah)Chat Sekarang

·         Website: www.ahlik3umum.co.id

·         Follow Media Sosial: @astaratraining